#Kems : Paro Cut, Spot Wisata Tersembuyi di Aceh Besar

Jalan-jalan. Wah, kalau dengar kata yang satu itu pasti memiliki banyak makna untuk dapat kita realisasikan. Namun selalu bentrok dengan waktu kerja dan lain hal. Apalagi dengan menggelontorkan budget yang tidak sedikit. Sudah pasti kata tersebut banyak maknanya, dan akhirnya banyak yang tak terealisasikan. Tapi ada banyak cara untuk dapat melakukan hal tersebut sehingga destinasi yang ingin kita tuju tadi dapat kita kunjungi.

Aceh salah satunya. Merupakan provinsi yang memiliki banyak destinasi wisata yang bisa kita kunjungi, tak lain hal dengan lokasi wisata di provinsi lain. Namun, di Aceh masih banyak lokasi wisata yang belum terjamah atau tersembunyi. Di provinsi ini pula, ada beberapa lokasi wisata yang agak sulit dikunjungi apalagi oleh kaum hawa, karena di Aceh menganut syariat islam. So, untuk mendapatkan izin mengunjungi sebuah lokasi wisata yang bagus dan tersembunyi harus melewati beberapa prosedur seperti izin dari pihak aparatur desa. Hal tersebut demi menjaga lokasi tersebut tetap aman dari hal-hal yang tak diinginkan. Walaupun begitu, Aceh menjadi salah satu destinasi yang sangat bagus untuk dikunjungi.

Trip to Paro Cut, Aceh Besar

Pada postingan kali ini, saya akan sedikit membahas salah satu destinasi wisata yang masih tersembunyi dan sangat bagus. Namun untuk sampai kesini membutuhkan izin dan trek yang dilewati dengan menggunakan sepeda motor agak sedikit ekstra. Karena harus melewati jalanan yang masih bebatuan dan melintasi perkebunan milik masyarakat setempat.

Persiapan

Pada pagi itu seperti biasa kami berkumpul disebuah kedai kopi dimana biasanya dijadikan titik kumpul. Trip kali itu sebenarnya mengarah kesebuah lokasi pantai yang katanya memiliki semburan air yang muncul dari lantai karang yang ada di bibir pantai. Namun setelah semuanya berkumpul, ada hal lain yang membuat kami tidak bisa mengunjungi lokasi tersebut.

Hampir tidak jadi kami ngetrip pada waktu itu, akan tetapi salah satu dari anggota trip memberikan sebuah opsi ke sebuah lokasi yang kami juga belum pernah pergi. Akhirnya kami setuju dan trip pada kali itu kami arahkan kesana. Seperti biasa sebelum ngetrip kami mengambil swafoto bersama. Perjalanan pun dimulai.

Arah yang kami tuju adalah ke barat aceh, lokasi ini harus melewati dua buah gunung yang terkenal di Aceh Besar. setelah sampai di pintu masuk desa tersebut, kami mengunjungi rumah keuchik atau kepala desa setempat untuk meminta izin guna bisa mengunjungi destinasi ini. Tapi, beliau pada saat itu tidak berada di tempat. Dengar dari ibu-ibu yang ada di sekitar desa tersebut, kepala desa itu sering berada di seputaran pantai itu juga untuk membangun sebuah balai atau pondok miliknya. Kami pun berinisiatif untuk langsung bergerak menuju lokasi.

Lintasan yang kami lewati memang membutuhkan perjuangan sedikit ekstra, karean areal yang kami lewati jalanannya masih belum sempurna alias masih bebatuan tanah. Belum lagi saat hujan melanda, sudah pasti semakin sulit untuk melintasi jalanan ini. Beberapa menit setelah itu, akhirnya kami sampai dilokasi yang kami tuju. Spot ini sungguh sangat cantik dengan suasana pasir pantai yang hitam halus dan terbentang dengan sangat luas yang di batasi dengan sebuah tebing yang sangat tinggi yang ada di sebelah timur lokasi.

Tak jauh dari sana, tampak beberapa orang yang sedang membangun sebuah pondok dan salah satunya adalah sang kepala desa, sembari memakirkan sepeda motor kami pun langsung menghampiri beliau dan berbicara sejenak guna untuk meminta izin dan memberi tahu bahwa kami sebelumnya juga sudah mengunjungi rumah nya. Namun ia tak berada di lokasi. Ia pun memaklumi dan memberikan izin kepada kami untuk berteduh dan menikmati keindahan sekitar lokasi ini.

Ada beberapa spot disini yang memang memiliki pemandangan yang sangat indah. Dibeberapa titik terdapat sebuah bebatuan tinggi yang bisa kita panjat namun harus dengan kehati-hatian yang tinggi karena sedikit saja terpeleset bisa berakibat fatal. Setelah mencapai puncaknya, kita bisa melihat keindahan yang lain dari atas dan bisa mengabadikan beberapa foto untuk menjadi koleksi pribadi. Pemandangan dari atas tebing tidak bisa kita dapatkan ditempat lain. Sungguh sangat eksotis, pantai ini juga memiliki sebuah pulau batu kecil yang berada tidak jauh dari bibir pantainya dan memiliki bentuk seperti kepala sapi atau kura-kura kecil. Ya, bisa digambarkan seperti apa saja. Yang pasti, spot ini memang memiliki keindahan tersendiri.

Kami agak berlama disini namun tak sampai menginap dilokasi tersebut karena tidak membawa perbekalan camping. Namun seliruh pemandangan disini sudah membayara rasa penasaran kami disaat awal di kedai kopi tadi. Lokasi tersebut menjadi bucket list juga untuk kedepan apabila melakukan trip ke daerah ini.

Beberapa Foto di Lokasi

Berikut video dokumentasi saat berada di destinasi ini

Regards,

@kemal13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *