#Kems : Bermain Bersama “Gajah” di CRU Sampoiniet, Aceh Jaya

Pagi yang cerah, membuat para sekelompok anak muda yang pada waktu itu sedang bermukim satu malam di salah satu konservasi yang ada di Sampoiniet, Aceh Jaya. Konservasi ini merupakan salah satu dari beberapa konservasi untuk penjinakan gajah liar yang ada di Aceh. Seperti yang kita ketahui, sering terjadinya konflik antar manusia dan gajah. Dengan ada konservasi ini, diharapkan bisa mengurangi konflik keduanya.

Adapun konservasi ini diberi nama dengan sebutan CRU (Conservation Responce Unit). Bertempat dibeberapa lokasi yang ada di Aceh. Salah satu yang kami datangi ini berada di Sampoiniet, Aceh Jaya. Area yang ada disini cukup luas untuk dapat melatih gajah-gajah liar yang ada di Aceh. Gajah tersebut dibawa kesini dan dilatih sehingga bisa membantu para Mahot (sebutan untuk pawang gajah) untuk menjaga lingkungan sekitar dari gajah-gajah liar yang lain.

Adapun maksud daripada kedatangan kami hari itu, untuk menyaksikan langsung tata cara memberi makan dan memandikan gajah. Betapa antusiasnya, sehingga pada malam itu kami bermukim di lokasi ini. Tanpa tenda camping dan tanpa hammock, konservasi ini memiliki kantor dan beberapa ruang untuk bisa beristirahat. Sebelum kami berangkat menuju kesini, sudah ada koneksi terlebih dahulu dengan salah satu pengelola tempat yang kami datangi. Karena harus ada izin untuk menginap di lokasi ini.


Keesokan Pagi . . .


Setelah beristirahat yang cukup, mulailah pada pagi itu kami melanjutkan cerita saat kami berada di salah satu konservasi gajah yang juga sudah cukup terkenal ini. Mula-mula pagi itu, terlepas dari bangun tidur saya melihat beberapa teman sudah cukup asik berdekatan dengan salah satu gajah yang berada persis di sebelah kiri dari tempat kami tidur. Dengan sigap dan bersemangat, saya bangkit dari tempat tidur dan langsung berjalan menuju ke arah gajah yang ada disana.

Gajah yang satu ini merupakan salah satu dari 4 (empat) gajah yang ada disini. Oh iya, untuk sekedar informasi. Di tiap-tiap CRU memiliki 4 (empat) ekor gajah yang dilatih dan kesemuanya merupakan gajah liar yang dijaga dan diberi makan oleh para mahot yang ada di tempat tersebut. Dari beberapa gajah yang ada disini, inilah gajah yang usianya paling muda di antara gajah lainnya. Mereka memiliki nama yang telah diberikan oleh para mahot untuk lebih mengenali dan lebih dekat terhadap gajah-gajah tersebut. Tapi, saya lupa nama gajah-gajah itu.

Tak berapa lama kemudian, seorang mahot datang dengan membawa beberapa pucuk daun kelapa dan mendekati gajah tersebut untuk diberimakan. Sangat unik saat gajah tersebut memakan pucuk batang daun kelapa ini. Ia memiliki teknik khusus untuk memakannya. Dengan lahap, gajah tersebut mengunyah satu persatu makanan yang telah disediakan oleh para mahot itu.


Memandikan Gajah . . .


Tak berapa lama kemudian, beberapa mahot datang dengan menunggangi beberapa gajah yang telah dilatihnya untuk dimandikan di sungai yang berada di belakang CRU ini. Lokasi nya sangat dekat, sehingga memudahkan para pengunjung yang datang dapat melihat langsung saat gajah-gajah ini dimandikan oleh para mahot.

Kita pun juga bisa ikut turut memandikan gajah-gajah tersebut dengan instruksi dari pawang gajah yang ada disana. Gajah-gajah ini memang sudah sangat penurut, karena telah sering dilatih oleh dan telah memiliki hubungan khusus dengan para mahot yang ada di CRU ini. Kita tak perlu takut untuk berada langsung dekat dengan gajah, namun kehati-hatian tetap perlu ada. Takutnya si gajah merasa terusik dan marah.

Lokasi ini juga terbuka untuk umum, bagi siapa saja bisa berkunjung kemari untuk melihat gajah ini secara langsung dan dapat memberi makan dan memandikannya sekaligus. Biasanya, pada saat weekend, konservasi ini ramai didatangi oleh para pengunjung yang berasal dari luar daerah. Kebanyakan yang datang dari kota Banda Aceh, karena jarak untuk datang kemari tidak terlalu jauh.


Team . . .


  • @kemal13
  • @kakilasak
  • @awinyaksteemit
  • @parwisnst
  • @iqballangdon
  • @alvaro017
  • @maulidarridwan
  • @rahmanovic
  • @yasier.mogerz
  • @idesyofianda
  • Makbied
  • Mudri

Kami datang sehari sebelum kegiatan ini kami lakukan, dengan membawa sebuah mobil pickup sewaan dari Banda Aceh dan sebelumnya kami mengunjungi pulau keuh yang ada di Aceh Jaya juga. Selain lokasi pariwisata pantai yang cantik di Aceh, masih banyak juga lokasi wisata yang berada di pedalaman desa dan kampung yang ada disini. Salah satunya adalah konservasi ini.

Semoga semua tetap terjaga dengan semestinya dan uluran bantuan kita juga sangat diperlukan demi terlangsungnya kehidupan satwa-satwa yang hampir punah. Gajah, merupakan mamalia yang harus dilindungi. Apalagi akhir-akhir ini sedang maraknya pencurian gading gajah, dan kurang ajarnya pula, gajah-gajah tersebut dibunuh demi kepentingan pribadi si pelaku. Mari kita jaga alam dan habitatnya demi kelangsungan makhluk hidup di masa yang akan datang.


Visit My Blog : https://www.kemsportal.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *