#Kems : Lamreh Mountain Area, Aceh Besar (The Taste of Africa) | You Must Visit This Place

Perbukitan Lamreh, siapa yang tidak tahu mengenai lokasi ini? Bagi masyarakat Aceh, khususnya yang berada di Aceh Besar dan kota Banda Aceh sudah pasti tahu mengenai lokasi ini. Tidak jauh berada dari kota Banda Aceh, untuk menuju kemari kita hanya memerlukan waktu sekitar 30 (tiga puluh) menit saja. Bisa dengan menaiki sepeda motor atau menggunakan mobil. Namun, untuk dapat mengeksplore ke arah atas perbukitannya tidak bisa dijangkau oleh mobil, kita harus menggunakan sepeda motor untuk dapat menaiki bukit-bukit yang menyimpan pemandangan hebat ini.

Aceh Besar, merupakan salah satu dari banyaknya spot wisata yang ada di Aceh. Hampir setiap harinya, banyak pengunjung dari wisatawan lokal maupun asing berdatangan ke Aceh untuk berwisata. Dari kebanyakan para pendatang, mereka mempunyai tujuan khusus seperti mengunjungi situs Tsunami. Tak ayal, di beberapa lokasi di Aceh Besar juga terdapat beberapa situs peninggalan bencana Tsunami pada tahun 2004 silam.

Flashback trip kali ini saya mengulas sedikit perjalanan dengan beberapa teman untuk berkemah disalah satu lokasi yang ada di seberang perbukitan Lamreh. Blang Ulam namanya. Tapi, cerita trip kali ini tidak sampai ke Blang Ulamnya, karena di pertengahan jalan kami sibuk memetik Boh Jambee Kleng (dalam bahasa Aceh) yang sedang banyak bertebarang di pinggiran jalan. Maklum saja, saat kita menuju ke arah timur melalui jalur ini, kita akan mendapati banyak pohon tersebut di kiri kanan jalan utama.


Trip


Jadilah kami pada sore itu mempersiapkan bekal untuk melakukan acara trip suka-suka di daerah Blang Ulam. Perjalanan kami tempuh dari Banda Aceh menuju lokasi hanya sekitar 40 (empat puluh) menit saja. Di sepanjang perjalanan, kami sempatkan singgah dibeberapa kedai untuk membeli beberapa bekal tambahan guna menyempurnakan bekal makanan yang nantinya cukup untuk kami konsumsi. Perlengkapan pancing pun tak lupa kami bawa kesana. Karena memang lokasi camp kali ini berada di pinggiran pantai yang konon katanya mempunyai pemandangan yang sangat cantik apabila cuaca sedang cerah.

Dari arah Kajhu, Aceh Besar. Kami bertolak menuju ke arah Ujung Batee. Disepanjang perjalanan, kami disuguhi oleh pemandangan pantai yang sangat bagus. Tapi karena sedang musim angin timur, ombak yang berada di pinggiran pantai jadi sangat buas. Jadi kami hanya meneruskan perjalanan untuk sampai di lokasi dan mempersiapkan semua peralatan yang telah kami bawa.

Sesampainya di perbukitan Lamreh, Aceh Besar. Seorang teman dengan sigap memberhentikan sepeda motornya karena melihat pohon-pohon di kiri kanan jalan sedang dalam masa panen. Pohon-pohon ini disebut juga Bak Jambee Kleng dalam bahasa Aceh. Buahnya berwarna hitam dan terasa manis dan agak kelat. Buah-buah tersebut ternyata sudah pernah dipanen sekali oleh masyarakat sekitar dan beberapa orang yang melintas di jalanan tersebut. Tinggallah beberapa buah yang tidak seberapa besar yang dapat kami petik untuk kami konsumsi dan dijadikan cemilan pada malam harinya. Pohon-pohon ini tumbuh secara alami, mungkin saja biji-bijian yang menjadi pohon ini berkat dibawa oleh beberapa burung dan tersemaikan di tanah yang cukup subur untuk tanaman tersebut. Jadi, kita bisa mengambilnya dengan sesuka hati. he he he


Aceh Rasa Afrika


Selang beberapa waktu kemudian, kami melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi yang dituju. Tak jauh dari lokasi kami memetik buah tadi, kami menoleh ke arah kiri dari perbukitan ada beberapa orang yang mengendarai sepeda motor turun dari arah atas bukit. Pada saat itu memang sedang dalam masa musim kemarau dan tanah yang berada di sekitar ini menguning dan sedikit tandus.

Bergeraklah kami menuju ke atas bukit sambil mencari rute untuk menaikinya. Kami coba naik keatas dan berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan alam yang jarang kami lihat ini. Tak disangka, pemandagan dari atas bukit tersebut membuat suasana disekitarnya bak rasa di Afrika. Ya, walaupun belum pernah ke sana tapi pernah lah lihat di televisi bagaimana warna bukit dan tandusnya tanah yang ada di sekitar bukit tersebut.

Di kiri kanan badan jalan, banyak beberapa tumbuhan yang juga ikut mengering, karena musim kemarau tersebut. Warna rumput yang menguning serta beberapa pohon yang tak tumbuh dan layu disekitarnya. Namun ada beberapa pohon yang tetap kokoh berdiri dan memiliki daun hijau diatasnya. Pemandangan ini sungguh sangat mahal, karena di antara tanah yang kering dan rumput yang menguning, ada sebuah pohon yang terus tumbuh dengan daun yang sangat berwarna hijau dan segar tersebut.

Tak perlu berlama-lama, kami mengambil beberapa foto untuk dijadikan koleksi pribadi. Perbukitan Lamreh, Aceh Besar ini memang menjadi salah satu objek wisata yang banyak diminati oleh masyarakat Aceh sendiri pada khususnya. Setiap weekend, pasti daerah ini juga ramai didatangi oleh para pengunjung yang berdatangan dari segala penjuru arah. Jalanan yang kami lalui pun juga bisa menjadi sebuah lintasan shortcut dari arah Banda Aceh menuju ke Laweung. Jalur ini biasanya sering digunakan oleh beberapa kendaraan alat berat dengan mengangkut bawaannya.

Hari semakin sore, kami tak bisa berlama-lama untuk menikmati pemandangan ini. Tapi, pengalaman berada disini dan dalam suasana yang seperti ini, akan sulit untuk dapat dinikmati dihari lain. Mungkin harus menunggu beberapa waktu dimasa yang akan datang dan kami pun melanjutkan perjalanan kembali untuk sampai di spot yang kami tuju. Karena ada dua orang teman yang berada di satu sepeda motor, telah mendahului kami di depan dengan membawa beberapa perlengkapan dan bekal makanan. Semoga dilain waktu bisa kembali lagi kemari.


Pasukan Trip :

  • Ucok (@kakilasak)
  • Kemal (@kemal13)
  • Awi (@awinyaksteemit)
  • Yasir (@yasiermogerz)
  • Aan (@orcheva)
  • Ruli (@rulifachrizal)

Anda ingin berkunjung kemari? Segera agendakan trip wisata anda dan Aceh masih menjadi salah satu provinsi yang wajib masuk dalam daftar perjalananmu. Tapi ingat, jagalah setiap kebersihan saat mengunjungi tiap-tiap lokasi wisata yang kamu kunjungi.


Ciaaaoooo!!

Regards

@kemal13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *