#Kems : Krueng Teunom & “Eumbon” Waterfall, Aceh Jaya | You Must Visit This Place

Seperti yang telah diketahui, Steempress menjadi sebuah plugin di wordpress yang bisa kita gunakan untuk membuat sebuah karya pada blog pribadi yang kita punya. Setelah plugin ini dirilis oleh @fredrikaa, semakin banyak yang membuat blog pribadi dan meninggalkan jejak tulisan disana. Sama halnya juga dengan saya, yang ingin membuat blog pribadi ini dengan postingan khusus tentang traveling dan seputar dunia makanan. Walaupun travelingnya tidak jauh-jauh, tapi ini akan menjadi sebuah pertinggal khusus untuk nantinya dapat dibaca pada blog pribadi juga. hehehe


My Blog Site : https://www.kemsportal.com


Traveling merupakan sebuah hoby yang digemari oleh banyak orang, khususnya saya sendiri. Sejak awal mula mengenal dunia traveling, beberapa tempat sudah saya kunjungi khususnya di Aceh. Traveling juga tidak selalu dengan menghabiskan budget yang besar, kita bisa meminimkan budget itu dengan cara Cost Sharing atau saling berbagi pengeluaran. Dunia traveling juga dapat membuat banyak ilmu dan pengalaman bagi kita. Dengan itu, kita bisa belajar tentang tradisi, adat dan budaya dari daerah setempat yang kita kunjungi.

Aceh, merupakan sebuah daerah yang memiliki lokasi wisata yang juga wajib dikunjungi oleh para traveler. Provinsi ini merupakan salah satu pemilik pantai terbaik. Pulau Weh (Sabang) salah satunya, yang sudah menjadi lokasi favorit para pelancong dari luar daerah. Tapi tahukah anda bahwa tidak hanya di Sabang yang mempunyai pemandangan dan tempat-tempat bagus di Aceh.

Apabila anda akan berkunjung ke Aceh Barat, maka akan terlihat disepanjang perjalanan pemandangan yang sangat indah dan kalian pasti tidak akan bosan dengan pemandangan itu. Khususnya di Aceh Jaya, sebuah kabupaten yang memiliki banyak potensi dan spot wisata yang juga bisa di acungkan jempol. Namun untuk pengelolaannya belum sebegitu “wah” seperti di daerah lain contohnya di Sabang. Insya Allah kedepannya pasti akan lebih baik lagi.


Trip


Aceh juga memiliki spot-spot wisata alam selain pantainya yang indah. Kali ini adalah sebuah flashback trip yang saya dan beberapa teman lakukan dalam menjelajah sebuah aliran sungai yang ditutupi oleh lembah dan tebing-tebing yang menjulang tinggi dan seakan-akan kita tidak pernah menyangka bahwa tempat ini ada di Aceh, khususnya di Aceh Jaya.

Perjalanan itu dimulai pada sore jumat. Kami yang semua berdomisili di Banda Aceh dan mempunyai pekerjaan masing-masing sepakat untuk menunggu di rumah selepas kerja dan akan dijemput dirumah masing-masing.

Jam menunjukkan arah pukul 18.00 Wib, saya pun akhirnya di jemput dirumah oleh @bewe yang saat itu menjabat sebagai Leader of Trip. Perjalanan ini sudah di setting sedemikian rupa, sehingga kami pun dapat berkumpul tepat waktu setelah satu persatu anggota dijemput pada hari itu. Kesemuanya ada 11 (sebelas) orang yang dari Banda Aceh.

  • Bewe
  • Ucok
  • Yasir
  • Kemal
  • Rio
  • Awi
  • Fitri
  • Rubama
  • Ahyar
  • Dedek
  • Mira

Dan sesampai disana diikuti lagi oleh 4 (Empat) orang yang menjadi perwakilan dan tanggung jawab lokasi selama kami melakukan perjalanan di sana.

  • Pak Saiful (Kadis Pariwisata Aceh Jaya)
  • Asisten Pak Saiful (Lupa namanya)
  • Abi Pucok (Nama asli Hendri)
  • Khairul (Guide/Ranger)

Sore itu, kami bergerak dari Banda Aceh menuju Aceh Jaya. Tujuan kami pada saat itu adalah ke Teunom, Aceh Jaya. Ada sebuah destinasi wisata air terjun yang memang patut untuk di datangi dengan melewati aliran sungai yang ditutupi oleh lembah dan tebing tinggi tersebut.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 1 (satu) jam, kami singgah di daerah Lageun, Aceh Jaya untuk menginap malam itu disalah satu vila miliknya pak Saiful. Bapak ini merupakan seorang kepala dinas pariwisata Aceh Jaya yang menjabat saat itu (masih sampai saat ini). Beliau mempersilahkan kami untuk beristirahat sejenak pada malam itu dan melanjutkan perjalanan esok paginya. Beberapa perlengkapan kami turunkan seperti hammock, sleeping bag dan beberapa makanan ringan untuk kami kunyah malam itu.

Pelataran vila yang ada di atas puncak itu kami jadikan sebuah lokasi untuk beristirahat bersama, sedangkan para wanita beristirahat didalam kamar yang telah tersedia disana. Malam pun mulai larut, satu persatu anggota telah duluan terbang tenggelam bersama mimpi dan saya pun ikut memejamkan mata sejenak beristirahat untuk melanjutkan perjalanan esok paginya.


Keesokan Hari


Setelah istirahat yang cukup dan kesemua dari kami mulai berbenah untuk melanjutkan perjalanan yang masih harus ditempuh beberapa puluh kilometer lagi. Pagi itu cuaca sangat cerah dan membuat kami tambah semangat untuk melanjutkan trip kali ini.

Brummm, mobil mulai tancap gas. Kami melewati beberapa garis pantai yang indah dan elok bila dipandang langsung. Setelah 1 (satu) jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Keudee Teunom, lokasi dimana kami melangsungkan sarapan pagi untuk mengisi energi saat trip akan dimulai nantinya. Saat makanan sudah dipesan dan sudah berada di atas meja, tak satupun mata saling memandang karena perut sudah mulai mengeluarkan suara gaibnya. ha ha ha

Sarapan pun selesai, perjalanan kami lanjutkan kembali. Kiri dan kanan kami yang ada hanyalah ilalang yang tinggi dan menutupi pemandangan diantaranya. Namun setelah tanjakan yang tak jauh dari ilalang itu, mulai tampaklah sebuah aliran sungai yang mengarah ke timur dari ujung sungai itu. Beberapa teman sudah mulai mengabadikan beberapa foto karena di sebelah kiri juga ada sebuah danau kecil dan memiliki panorama indah tersendiri. Karena tak bisa berlama-lama kami harus melanjutkan lagi perjalanan itu, karena pawang boat dan tim dari pak Saiful sudah menunggu disana.

1 (satu) jam perjalanan, akhirnya kami sampai di sebuah rumah dan memarkirkan kendaraan disana. Pak Saiful dan tim pun sudah tiba beserta beberapa masyarakat dari kampung tersebut untuk membawa kami dengan speed boat milik mereka. Sambil menunggu pengisian bahan bakar pada boat tersebut, kami sedia menurunkan perlengkapan yang akan dibawa nantinya. Satu persatu barang bawaan kami turunkan dan dinaikkan ke atas boat tersebut.


Let’s Go!


Akhirnya, persiapan telah sedia. Perjalanan dengan menggunakan boat pun dimulai. Kami menumpangi 3 (tiga) buah boat yang telah disediakan oleh masyarakat sekitar yang memang memiliki boat tersebut. Tak ayal, pemandangan yang ada di sekitar membuat tenang pikiran dan menyejukkan hati. Siapa sangka, di depan diantara kami telah terlihat sebuah tebing yang menjulang tinggi layaknya “Grand Canyon” yang ada di luar negeri. Semua terkesima dengan pemandangan yang jarang terlihat di beberapa lokasi wisata yang ada di Aceh. Karena pada umumnya, spot wisata di Aceh adalah pantai-pantai yang bagus. Maka jarang sekali pemandangan seperti ini bisa di dapat di daerah yang tidak memiliki aliran sungai besar dan dibarengi dengan tebing-tebing yang menjulang tinggi diantara kedua sisi sungai tersebut.

Hanya menempuh waktu sekitar 1 (satu) jam setengah saja, lokasi untuk berkemah pun telah sampai. Kali ini ada sebuah gundukan pasir yang luas dan datar sehingga cocok untuk dijadikan lokasi camp saat itu. Walaupun lokasi ini tidak direkomendasikan saat curah hujan sedang tinggi, karena dikhawatirkan akan terjadi air bah yang tidak disangka dan lokasi ini pasti menjadi salah satu lokasi yang sangat empuk saat terjadi nanti. Namun, pawang boat mengatakan pada waktu itu tidak masalah kami mendirikan tenda disana, karena cuaca juga sedang bagus dan debit air yang tidak tinggi.

Semua perlengkapan kami turunkan dan mulai menyiapkan kayu serta mendirikan tenda untuk beristirahat pada malam harinya. Pas di depan kami, ada sebuah terjunan air yang tidak terlalu besar dan tinggi namun menambah kecantikan dari pemandangan yang ada disini. Panoramanya sangat indah, apalagi saat pagi hari akan ada sebuah cahaya yang masuk dari arah atas tebing dan menyinari lokasi ini. Namun sayang, pada saat itu di hulu sedang hujan sehingga warna air tidak hijau seperti biasanya, tapi tak menghilankan keindahan dari lokasi tersebut.

Tujuan utama kami melakukan perjalanan kali ini adalah kesebuah air terjun yang diberinama “Ceuraceu Eumbon” yang dalam pengertiannya adalah Air Terjun Embun. Lokasinya tidak jauh di atas dari terjunan air yang kecil yang berada di depan tenda yang kami dirikan. Untuk menuju kesana kami harus memarkirkan speedboat disamping tebing lalu menaiki batu-batu tebing itu untuk sampai ke lokasi. Ya walaupun sedikit capek namun itu semua akan terbayarkan begitu kita sampai di air terjun yang tinggi dan memiliki struktur batu yang kasar ini, sehingga bisa menjadi sebuah pijakan agar kita bisa menaiki batu tersebut.

Karena waktu yang sangat singkat, kami hanya beristirahat 1 (satu) malam di lokasi ini dan melanjutkan perjalanan pulang balik ke Banda Aceh esok harinya karena akan melanjutkan aktivitas seperti biasa di hari selanjutnya.

“Kamu ingin kesini? silahkan diagendakan dan jangan lupa untuk menjaga lokasi wisata tersebut dari sampah yang kita bawa.”

Regards,

@kemal13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *