#Kems : Trip To Kuala Lumpur, Malaysia – Part1

Sehari sebelumnya, kami telah berada di salah satu kota yang punya banyak sejarah di Malaysia. Kota Melaka, merupakan kota yang memang menjadi tujuan utama trip kali ini bersama keluarga. Pada beberapa postingan sebelumnya, kami melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 menuju ke kota Melaka dengan menaiki bus Trans antar kota yang kami naiki dari bandara. Tiket pun sangat mudah kita dapatkan, dengan membelinya di counter yang ada di pintu keluar bandara.

Hari pertama telah usai, kami melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur. Kota ini menjadi destinasi terakhir yang kami kunjungi, selama dua hari kami berada di kota ini. Liburan yang singkat membuat kami tidak bisa melakukan trip lebih banyak lagi di Malaysia. Maka dari itu, kami hanya menggunakan sisa waktu dua hari saja untuk berada disini, sembari membawa keluarga mengitari kota yang megah tersebut.

Trip

Jadilah kami (Saya, istri dan Ziyad) menaiki bus yang ada di Melaka Sentral. Ini merupakan pusat atau tempat dimana semua aktifitas banyak dilakukan. Dari berjualan tas, baju, oleh-oleh sampai bus yang akan kita tumpangi dari kota Melaka ke Kuala Lumpur pun kita naiki dari sini. Beberapa kaunter tiket tersebar disana. Kita bisa memilih armada yang mana yang akan kita naiki. Pembelian tiket pun memiliki harga yang varian, tergantung kemana tujuan kita.

Kali ini saya mengambil tiket tujuan Melaka ke TBS (Terminal Berpadu Selatan). Dulunya terminal ini tidak ada. Beberapa terminal tersebar di berbagai titik salah satu contohnya yaitu terminal bus Pudu Sentral. Karena ingin keseragaman, pihak kerajaan Malaysia membuat sebuah lokasi yang dimana ini akan menjadi sebuah lokasi pusat para bus yang datang dari berbagai daerah.

Perjalanan pun dimulai, tampak hiruk pikuk di terminal yang ada di Melaka Sentral. Dari kesemua penumpangnya juga banyak yang berdatangan dari luar negeri. Mereka melakukan trip juga khusus untuk mengunjungi kota Melaka ini.

Karena sangat teruk, akhirnya saya memutuskan beristirahat didalam bus, sambil menikmati perjalanan dari kota Melaka ke TBS. Suasana dikiri kanan jalan juga tak kalah bagusnya, karena kita melewati jalanan tol yang bebas dari kemacetan. Belum lagi, bus-bus yang berada disini juga sudah sangat nyaman. Akhirnya saya, istri dan anak pun memutuskan untuk beristirahat sejenak. Karena perjalanan yang ditempuh juga lumayan cukup jauh. Sekitar 2,5 jam perjalanan darat.

Welcome in TBS

Jalanan pun telah dilalui, tak terasa kami telah sampai di penurunan penumpang yang ada di TBS ini. Kami bergegas turun dan mengambil setiap perlengkapan seperti tas dan beberapa barang bawaan lagi di dalam bagasi bus. Kami bergerak menuju tempat dimana para penumpang dari bus yang turun akan dijemput.

Sehari sebelumnya, salah seorang teman yang ada di Malaysia sempat saya hubungi. Syahid namanya. Seorang pemuda yang berasal dari Selangor dan pernah beberapa kali datang ke Aceh. Awalnya saya dikenalkan oleh teman di Banda Aceh dan komunikasi pun terus terjalin. Ia juga menyukai traveling dan suka melakukan solo traveling ke beberapa bagian negara. Setelah menghubunginya, kami disarankan agar menunggu beberapa saat dia sampai.

Selang beberapa saat, ia menghubungi saya dan mengatakan bahwa telah sampai di lokasi dan kemudian melihat kendaraan yang ia bawa. Barang bawaan kami naikkan semuanya ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur. Disepanjang perjalanan kami bercerita panjang lebar karena memang sudah lama tak jumpa. Terakhir kali ketemu saat pesta @kakilasak di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Ia juga berkesempatan hadir disana dan kami juga melakukan trip bersama.

Touchdown in Kuala Lumpur

Perjalanan dari TBS ke Kuala Lumpur cukup memakan waktu yang lumayan agak lama, karena cuaca saat itu sedang tidak bagus alias hujan deras dan suasana di sepanjang ruas jalan tol juga terlihat sangat padat.

Syahid membawa kami ke beberapa titik lokasi penginapan yang ada di Kuala Lumpur dan akhirnya kami memilih sebuah apartemen yang terletak tidak jauh dari pusat kota dan sangat dekat dengan tower KLCC yang sangat terkenal itu. Kami menginap di Park View Apartment yang lokasi ini berada di selatan dari tower tersebut.

Syahid pun mencoba melakukan booking tempat dan bernegosiasi kepada owner apartment tersebut. Alhasil, harga pun disetujui karena memang saat itu sedang ada harga promo untuk menginap disana. Barang bawaan pun kami bawa ke kamar yang kami sewa dan Syahid juga meminya izin untuk kembali kerumah dan malamnya nanti akan kembali menjemput kami di apartment. Terima kasih Syahid! Kami pun beristirahat sejenak sambil menunggu selesai azan maghrib dan melanjutkan trip di Kuala Lumpur.

Regards

@kemal13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *